Karakter ketiga berhubungan dengan elemen
kimia dalam tabel periodik. Kita tidak mungkin menafsirkan Surat Besi tanpa
"membedah" elemen kimia besi berikut karakterisistiknya, yang berhubungan dengan
kata al- hadid. Tanpa mengenal sifatsifat besi, pembaca tidak akan mengetahui
"keindahan" Surat Besi ini, yang diletakkan pada nomor 57.
Nilai kata atau al-jumal al-hadid adalah
57. Terdiri dari a! (31) dan hadid (26). Tabel al-jumal bisa dilihat pada
Tabe15.4.
Alif = 1, Lam = 30, Ha' = 8, Dal= 4, Ya' = 10, Dal = 41 + 30 +
8 + 4 + 10 + 4 = 31 + 26 = 57.
Fakta Pertama
Fakta menunjukkan bahwa besi atau al-hadid
mempunyai nilai (al-juntal) 57, sama dengan nomor suratnya, atau (19 x 3).
Kelipatan 19 dengan koefisien angka 3.
Besi, menurut Peter Van Krogt ahli
elementimologi, telah lama digunakan sejak zaman prasejarah, 7 generasi sejak
Adam as. Besi adalah salah satu elemen berat, dengan simbol Fe, atau
ferrum, yang berarti "elemen suci" dari kata Iren (Anglo-Saxon). Diberi
nama ferrum, ketika pemerintahan Romawi, kaisar Roma yang bernama Marcus
Aurelius dan Commodus menghubungkan dengan mitos Planet Mars. Ilmu kimia modern
mengatakan bahwa besi atau Fe ini mempunyai 8 isotop, di mana hanya 4 isotop
saja yang stabil, yaitu dengan simbol Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 (lihat
Tabel 9.1).
TABEL 9.1
ISOTOP BESI 7
Isotop
|
Waktu Paruh
|
Isotop
|
Waktu Paruh
|
Fe-.52
|
8.3 jam
|
FP-57
|
Stabil
|
Fe-54
|
Stabil
|
Fe-58
|
Stabil
|
Fe-55
|
2.7 tahun
|
Fe-59
|
54.5 hari
|
Fe-56
|
Stabil
|
Fe-60
|
1.500.000 tahun
|
Besi mempunyai nomor atom 26, posisinya
terletak di tengah-tengah tabel periodik.6. Sedangkan Fe-57,
salah satu isotop besi yang stabil mempunyai 31 neutron. Ini berbeda
dengan isotop stabil lainnya, misalnya Fe-56 mempunyai 30 neutron dan Fe-58
mempunyai 32 neutron. Fe-57 juga diketahui mempunyai "ionisasi energi" tingkat
ke-3, sebesar 2957 jk/mol (dibulatkan)8, energi yang keluar
untuk mengubah status Fe+2 ke Fe+3. Besi sendiri mempunyai
4 tingkatan energi--itulah mengapa hanya 4 isotop saja yang stabil. Terakhir
yang tidak kalah penting, Fe-57 jdga diketahui mempunyai massa atom sebesar
56,9354.9
Fakta Kedua
Begitu kita mengenal karakterisitik besi,
kita mendapat gambaran banyak hal, misalnya:
-
Salah satu isotop besi yang stabil, Fe-57, mempunyai nomor simbol sama dengan nomor Surat al-Hadid, dan al-jumal dari al-hadid adalah 57 juga.
-
Besi mempunyai nomor atom 26, ditunjukkan oleh al-jumal kafa hadid.
-
Fe-57 mempunyi elektron 31 buah, ditunjukkan oleh aljumal dari kata "al".
-
Koefisien 3, dari (19 x 3), ditunjukkan dengan ionisasi tingkat energi ke-3 yang dilepas sebesar 2957 jk/mol. Surat alHadid mempunyai ayat berjumlah 29 buah atau kodetifikasi 2957.
-
Peneliti al-Qur'an dari kelompok Fakir 60 di Amerika Serikat menjelaskan bahwa banyaknya kata dalam surat ini seluruhnya adalah 574 kata, sedangkan banyaknya kata dari awal surat sampai dengan ayat ke-25 (kata pertama) adalah 451. Bilangan 574 menunjukkan "Fe-57 adalah salah satu isotop yang stabil dari 4 isotop yang ada" atau berarti juga "yang mempunyai 4 tingkatan energi".
-
Bilangan 451, banyaknya kata, adalah jumlah bilangan nomor simbol kedelapan isotop besi: Fe-52, Fe-54, Fe-55, Fe56, Fe-57, Fe-58, Fe-58, sampai Fe-60; yaitu 52 + 54 + 55 + 56 + 57+ 58 + 59 + 60 = 451.
-
Enkripsi pada keempat isotop stabil, Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 merupakan kelipatan 19 atau: 54565758 = 19 x 2871882
-
Demikian juga massa atom Fe-57, 56.9354 adalah: 569354 = 19 x 29966
-
Bukan suatu kebetulan, jika nomor surat dan nomor ayat besi (QS 57: 25) ditunjukkan dengan angka 19.
5+7+2+5=19.
- Bukan pula suatu kebetulan jika Surat Besi diletakkan di tengah-tengah al-Qur'an, sebagaimana elemen besi nomor 26 terletak di tengah-tengah tabel periodik.
- Dari sisi matematika, angka 57 clan 29 tergolong ajaib karena angka-angka tersebut merupakan:
- 57x29= 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 +...+ 57 atau (19 x 87)
Kata "besi" dalam al-Qur'an disebut 9 kali
dalam 6 ayat yang berbeda10. Barangkali salah satu keterangan yang menarik dari hal yang
menarik lainnya adalah keterangan yang berhubungan dengan "rahasia" Dzulkarnain
pada Surat al-Kahfi (18:96), yang berarti "gua°. Ayat tersebut berkisah tentang
"pintu besi" yang dibangun oleh Dzulkarnain "di antara kedua puncak gunung".
Suatu saat akan hancur, ketika kiamat telah dekat. Tanda-tanda kiamat ini
menarik perhatian ilmuwan Barat clan juga Winston Churchill, PM Inggris pada
tahun 1940-an. Perhatian para ahli arkeologi Muslim terletak pada karakter
siapa yang pas untuk Dzulkarnain dalam sejarah? Apakah Raja dari Macedonia
(tafsir Yusuf Ali dan Prof. Dr. H. Mahmud Yunus mengatakan Iskandar Dzulkarnain
dari Macedonia, sehingga mengundang kritikan ahli sejarah, karena tidak pas11), Alexander Agung, ataukah Cyrius Kaisar dari Persia? Sedangkan
perhatian Churchill, karena ramalan "perang besar yang akan terjadi" sebelum
dunia kiamat, sebagian tercatat dalam Kitab Mulia al-Qur'an12, dengan versi lain jika dibandingkan dengan Bibel. Lalu siapakah
Gog dan Magog (versi Barat), apakah kaum Kulit Kuning (Oriental),
Hindu, animis, atau Komunis Rusia? Sedangkan al-Qur'an menyebutnya bangsa Ya'juj
dan Ma'juj (al-Kahfi [181:94)? Belum diketahui pasti siapa mereka. Indikasi masa
depan, ada berbagai kemungkinan. Namun, satu hal, tampaknya para arkeolog telah
menemukan "Pintu Besi" yang dimaksud oleh al-Qur'an di Derbent, termasuk dalam
wilayah Uni Sovyet dahulu13, seperti tercantum dalam Encyclopedia Columbia, walaupun
masih diperdebatkan di kalangan sejarawan modern, siapa sebenarnya yang
membangun pintu besi tersebut, Alexander Agung ataukah Cyrius?
Encyclopedia Columbia edisi ke-6, mencatat
bahwa Derbent ditemukan pada tahun 438 oleh bangsa Persia sebagai pertahanan
yang strategis di Pintu Besi. Benteng tersebut masih ada clan diberi nama Tembok
Kaukasia (Caucasian Wall) juga disebut Tembok Alexander. Dibangun oleh bangsa
Persia (yang menemukannya) pada abad ke-6, untuk menahan serangan
pendatang-pendatang dari daerah Utara.
Dengan demikian, Surat Besi ini
menunjukkan keistimewaannya dengan berbagai cara, di antaranya adalah besi
diturunkan secara intrinksik dari langit melalui meteorit pada awal terbentuknya
bumi, miliaran tahun yang lalu. Besi diketahui mempunyai kekuatan yang dahsyat:
inti besi dan nikel membentuk perisai medan magnet bumi dengan energi yang luar
biasa untuk menahan solar flares dan badai magnetik angkasa. Sedangkan
nomor surat 57 sama dengan al-jumal dari al-hadid (57). Surat ini
juga memperlihatkan karakter Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil. Selain
itu, ditunjukkan dengan kodetifikasi nomor atom (26) dan jumlah elektron (31)
yang mengelilingi inti atom besi. Kodetifikasi surat dan ayat juga ditunjukkan
dengan jumlah digit nomor surat dan ayat besi (al-Hadid 57: 25), yaitu bilangan'
19. Ramalan atau prophecy: Besi atau Pintu Besi Dzulkarnain diisyaratkan
berhubungan dengan salah satu tanda datangnya kiamat - hancur secara fisik -
ketika bangsa yang dinamakan Ya'juj dan Ma'juj menimbulkan kerusakan di
bumi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar