Karena
kutipan itu pada hakikatnya adalah pinjaman pendapat seseorang, maka
pengutipjangan mengadakan perubahan, baik kata-katanya maupun tekniknya. Dalam
hal demikian penulis harus memberi keterangan dalam tanda kurung segi empat (
[….] ) bahwa perubahan teknik itu dibuat sendiri oleh penulis, dan tidak ada
dalam teks asliny Bila
ada kesalahan
- Bila
dalam kutipan terdapat kesalahan atau keganjilan, entah dalam persoalan ejaan
maupun dalam soal-soal ketatabahasaan, penulis tidak boleh memperbaiki
kesalahan-kesalahan itu. Ia hanya megutip seadanya, meskipun penulis tidak
menyetujuinya. Jika terpaksa mengadakan perbaikan, misalnya dianggap kesalahan,
penulis harus memberi keterangan. Caranya yaitu dengan memberi tanda kurung segi
empat yang berisi kata sic! ( [sic!] ).
- Menghilangkan
bagian kutipan
Dalam
kutipan-kutipan diperkenankan pula menhilangkan bagian-bagian tertentu dengan
syarat bahwa penghilangan bagian itutidak boleh mengakibatkan perubahan makna
aslinya atau makna keseluruhannya. Penghilangan itu biasanya dinyatakan dengan
mempergunakan titik-titik berspasi (. . .).
Caranya:
1. menghilangkan
bagian kutipan yang kurang dari satu alinea
bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik
berspasi (. . .)
2. menghilangkan
bagian kutipan yang lebih dari satu alinea
bagian yang
dihilangkan diganti dengan titik-titik berspasi sepanjang garis dari margin
kiri sampai margin kanan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar