مرحبا بكم في بلادي بلوق نأمل من المفيد لنا جميعا

16 Mei 2014

Di Bawah Matahari

Aku telah melihat semua yang terjadi di bawah naungan Matahari, dan menyaksikan semua kesombongan dan kesalahan Hati.

ECCLESIATES

O. . . ruh Sulaiman yang melintas di Jgat raya. 
Kau, yang tidak mau mengenakan kain compang-camping, telah meninggalkan kata-kata di belakangmu. Kata-kata yang dilahirkan dari rahim kelemahan dan penderitaan, sekaligus mematahkan keduannya  yang terpenjara dalam tubuh manusia.

Kau tahu dalam hidup ini ada satu kata yang tidak menyembunyikan maknanya, yakni kematian. Namun bagaimana mungkin kemanusiaan dapat memperoleh pengetahuan tenatang kematian akan mengalir jika jiwa telah suci.


Sekarang kau menyadari bahwa hidup Bukanlah kesalahan Jiwa, dan semua yang terjadi di bawah naungan Matahari bukanlah kesombongan, bahwa bagaimanapun jjuga segala sesuatu telah dan selalu berjalan menuju kebenaran.

Kami adalah Malhluk mengerikan yang taat pada kata-katamu yang dikagumi dunia sebagai kata-kata bijak. Akan tetapi, dunia adalah daun jendela yang menutupi akal dan melenyapkan Harapan.

Sekarang kau mengerti bahwa keburukan, setan dan kezalimanlah yang menjadi penyebabnya, dan bahwa keindahan adalah wujud dari kebijaksanaan, buah kebenaran dan anak dari keadilan.

Sekarang kau mengetahui bahwa kesedihan dan kemiskinan telah menyucikan hati manusia, meskipun telah menyucikan hati manusia, meskipun pikiran kita yang lemah tidak melihat limpahan kekayaan yang sejati di alam semesta kecuali hanya kemudahan dan kebahagiaan.

Sekarang kau dapat melihat bahwa jika jiwa akan berjalan menuju cahaya, dalam pandangan dunia hal itu berarti penderitaan. Sementara itu, kita belum mengulangi kata-katamu yang mengajarkan bahwa seorang Laki-laki hanyalah barang mainan yang dipegang oleh entah siapa.

Sekarnag kau menyesal atas apa yang telah kau tanamkan didalam hati kami yakni sebuah noktah yang menyusahkan hidup di dunia dan sekaligus menyengsarakan di akhirat. kami terus merenungkan kata-kata duniamu itu.

O. . . jiwa Sulaiman yang bersemayam dalam Kekekalan. Jiwa itu memabukan hatimu untuk kekasih kebijaksaan dan mengajari mereka untuk tidak berjalan di trotoar takhayul dan penderitaan. Kuharap semau ini adalah Taubat atas kesalahan-keslahn yang tidak disengaja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar