Bentuk
ijtihad pada masa sahabat dapat dikelompokkan menjadi beberapa bentuk sebagai
berikut:
1. Ijtihad
dalam bentuk memberikan penjelasan terhadap nash yang telah ada, baik nash
Al-Qur’an maupun Sunnah Nabi. Misalnya ijtihad sahabat dalam memahami firman
Allah dalam surat An-Nisa’: 11.
لِكُلِّ وَاحِدٍ
مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ
لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ
artinya : bagi kedua
orang ibu bapaknya masing-masing mendapat seperenam bila pewaris meninggalkan
anak. Bila pewaris tidak meninggalkan anak yang mewarisinya adalah, dua orang
ibu bapaknya maka ibunya mendapat sepertiganya.

.jpg)

ooo.jpg)
