Hukum memandikan jenazah adalah fardlu kifayah, artinya satu orang sudah cukup untuk memandikan jenazah, sedangkan selebihnya adalah sunnah.
30 Apr 2013
Apa hukumnya menyediakan makanan untuk penta’ziah?
Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam masalah ini. Sebagian ulama memandang makruh hukumnya jika keluarga mayat menyediakan makanan untuk penta’ziah, berdasarkan hadist Jarir, katanya: ”Berkumpul pada keluarga mayat dan menyediakan makanan setelah pemakamannya, kami anggap sebagai meratapi”.
Bolehkah kita menangisi jenazah?
Jumhur ulama berpendapat, dibolehkan menagisi jenazah tanpa ratapan, berdasarkan beberapa hadist, salah satunya dari Ibnu Umar ra. “Sesungguhnya Rasulullah SAW menjenguk Saad Ibn Ubadah dan bersamanya ada Abdurrahman bin Auf,
Apa yang dilarang dilakukan oleh keluarga ataupun kerabat mayit?
· Diharamkan meratapi (menangis meraung-raung) jenazah, berdasarkan hadist riwayat Ahmad dan Muslim, dari Abu Malik al-Asya’ri bahwa Rosulullah SAW bersabda; “Ada empat macam adat jahiliyyah yang masih terdapat dikalangan umatku dan masih belum mereka tinggalkan yaitu membangga-banggakan kasta,
Apakah kewajiban bagi keluarga yang ditinggalkan oleh yang meninggal ?
Ridlo dan sabar dengan ketentuan dan takdir Allah SWT, dan disunnatkan untuk mengucapkan inna lillaahi wa inna ilaihi rooji’uun. Allaahumma ajirnii fi mushibatii wa akhluf lii khairam minha (sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya. Ya Allah berilah aku pahala dalam musibah ini dan berilah aku ganti yang lebih baik darinya.
Menyegerakan pemakaman. Berdasarkan hadist riwayat Bukhori-Muslim dari Abu Hurairah, Rosulullah SAW bersabda: “Segerakanlah mengubur jenazah, karena jika ia sholih, maka berarti kamu telah menghadiahkannya kebaikan kepadanya dan jika selain itu maka berarti kalian telah melepaskan kejelekan dari pundak kalian”.
Menyegerakan membayar hutang si mayit, berdasarkan hadist riwayat Turmudzi dari Abu Hurairah, Rosulullah SAW. Bersabda : “Jiwa seorang muslim tergantung kepada hutangnya hingga ada yang melunasinya”. Hal ini berlaku bagi mayit yang meninggalkan harta untuk melunasi hutangnya atau ahli warisnya mampu melunasi hutangnya. Adapun bagi yang tidak mampu, berhak untuk dibayarkan hutangnya dari baitul mal.
Hati dan Perkataan
para sufi pernah berkata : # Dunia Penuh dengan kebohongan, terkadang kita susah membedakan antara kebenaran dan ketidak benaran, kejujuran dan ketidak jujuran, kepastian dan ketidak pastian. #
Perkataan yang terucap dari bibir manusia jelas bisa di dengar oleh orang manusia yang lain, Namun perkataan yang keluar dari hati manusia jelas hanya diri sendiri dan tuhan yang mengetahuinya. Misalnya bisa saja kita berkata ” I LOVE U ” pada seseorang, Namun hanya kita sendiri yang mengetahui perkataan yang terucap dari bibir kita itu benar-benar ucapan yang berasal dari hati atau hanya terucap dari bibir saja.
Itu alasan utama para sufi berkata bahwa dunia penuh dengan kebohongan, karna memang kita susah membedakan hakekat yang sesungguhnya. dari apa yang kita dengar dan kita rasakan,
Hati yang retak
Dalam buku retorika kaum bijak, terdapat bebera pepatah arab ungkapan dan nasehat dari paa ulama terdahulu, tertulis : "Walqolbu iza tanaafaro wudduha sibhu Al-zujaajati kasruha la yus'abu" hati apabila sudah retak seperti kaca yang retak. bisa kembali disambung namun tetap saja masih berbekas. oleh sebab itu kita harus pandai-pandai menjaga hati kita sendiri terkhusus menjaga perasaan orang lain, agar supaya hubuungan kekerabatan antara kita dengan manusia yang lain dapat terjalin dengan baik tanpa ada dengki, tanpa ada hasut, dan tanpa ada permusuhan di antara sesama keturunan adam.Obat hati Dalam album religi Opik yang di rilis tahun 2005 yang berjudul obat hati, menyebutkan beberapa hal yang mungkin bisa kita lakkukan untuk mengobati hati kita :
Obat hati ada lima perkaranya
Yg pertama, baca Qur’an dan maknanya
Yang kedua, sholat malam dirikanlah
Yg ketiga, berkumpullah dengan orang-orang sholeh
Yg keempat, perbanyaklah berpuasa
Yg kelima, dzikir malam perpanjanglah
Salah satunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Gusti Allah mencukupi
Manfaat Uzlah
Tiada yang lebih berguna bagi hati selain "uzlah".dengan uzlah, hati menjadi tenang dan memasuki lapangan Tafakkur.
( ibnu atha 'illah al-iskandari )
'Uzlah (menyendiri) merupakan cara terbaik bagi seorang murid untuk membersihkan hati dari segala kelalaian dan mendekatkan diri kepada tuhannya.
Tafakuur itu umpama sebbuah lapangan. Di sana, hati berputar-putar seperti seekor kuda yang terpacu di sebuah arena pacuan.
Bila seorang muriid (orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah) terlalu banyak bargaul dengan manusia, pandangan dan hatinya akan tertuju pada keduniaan sehingga yang kemudian tampak jelas di hadapannya hanyalah hal-hal yang bersifat materi dan fana. Tidak demikian jika ia ber'uzlah menjauhi pergaulan dengan manusia, hatinya akan di sibukkan dengan hal-hal goib.
Dalam sebuah khobar disebutkan, "bertafakur sesaat lebih baik daripada ibadah 70 tahun"
Ada seseorang yang bertanya kepada Ummu Ad-Darda, "Amalan apa yang paling di utamakan abu darda?"
Ummu Ad-Darda menjawab, "Tafakur". Dengan bertafakur, seseorang bisa mendalami hakikat, mengagungkan Allah, dan Mengutamakan segala hal yang di ridhoi-Nya. Dengan bertafakur ia bisa menganggap hina semua hal yang dibenci oleh Allah sehingga terdorong untuk meninggalkannya. dengan bertafakur, seseorang bisa mengetahui keburukan-keburukan jiwa yang terselubung, kejahatan musuh, dan tipuan dunia. Ia juga bisa mengenali segala muslihat sehingga bisa dengan mudah menghindarinya dan selamat dari bahaya-bahaya yang ditimbulkannya.
Dengan menyendiri dan merenung, seorang murid melatih diri untuk berkhalawat, salah satu dari empat rukun tarekat (tiga rukun lainnya adalah bersikap diam, berlapar-lapar, dan bangun tengah malam). Ini, bagi murid yang menempuh jalan tarekat sendirian.
Adapun bagi muird yang berada dibawah bimbingan guru, tentu ia harus banyak bergaul dengan gurunya, juga dengan saudara-saudara yang turut membantunya dalam menempuh jalan tarekat. jika ia telah menjadi arif, tak masalah baginya untuk bergaul dengan manusiamanapun karena pada saat itu di matanya hanya Allah yang terlihat. perlu dicamkan bahwa yang menjadi tujuan utama adalah tafakur, sedangkan 'Uzlah (menyendiri) hanya sebagai media atau faktor pendukung.
Sumber : Al-Hikam karangan ( ibnu atha 'illah al-iskandari ) hal : 20.
28 Apr 2013
PERKEMBANGAN PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA TERKINI
INSTITUSI
:
Bahasa
Indonesia sudah tidak asing lagi bagi kita, karena sudah menjadi keseharian
kita berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia. Namun di zaman yang semakin modern
ini Bahasa Indonesia pelan-pelan mulai terpinggirkan oleh pengaruh teknologi
yang berkembang semakin pesat dan tidak ada batasnya. Kemudian banyaknya
institusi-institusi yang mulai menggunakan bahasa asing sebagai bahasa
pengantar. Bila kita lihat lebih jauh, masyarakat Indonesia mulai lupa akan
jati dirinya sebagai Bangsa Indonesia dan di era globalisasi ini bisa saja
masyarakat Indonesia tidak sadar bahwa Bahasa Indonesia bisa terkikis sedikit
demi sedikit bahkan hilang ditelan zaman.
27 Apr 2013
“ Pentingnya Bahasa Indonesia dalamKehidupan Bernegara “
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang lahir dengan keberagaman suku, adat, ras, golongan dan agama. Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa. Dengan keberagaman tersebut, Indonesia memerlukan satu bahasa yang bisa dimengerti semua Warga Negara dan menjadi pemersatu bangsa. Bahasa adalah alat komunikasi bagi manusia, baik secara lisan maupun tertulis.
26 Apr 2013
Surah Al Anfaal 25 dan Hadits Safinah tentang BICS
Syahdan, tersebutlah sebuah kisah nyata yang terjadi pada sebuah proyek
pembangunan sebuah pabrik yang berlokasi di Arasoe tidak jauh dari sebelah
selatan Watampone ibu kota kabuten dengan nama yang sama. Pada waktu terjadinya
kisah ini jalan raya belum mulus beraspal, melainkan masih berlubang-lubang. Dan
bila musin hujan, kerbau mempunyai fasilitas untuk berkubang di dalamnya. Sudah
hal yang lumrah, oto yang bermuatan lebih akan mengalami patah pegas. Dan itulah
yang menimpa nasib kendaraan proyek yang akan ke ibu kota. Fasalnya ialah
kendaraan beroda empat itu selamanya melebihi jumlah yang tercantum dalam
(S)urat (P)erintah (J)alan, oleh karena selalu dicegat oleh ibu-ibu para isteri
staf pegawai proyek. Dan tentu saja sang sopir tidak berani melarang
nyonya-nyonya itu untuk naik. Perlu dijelaskan bahwa di lokasi proyek/pabrik
telah lebih dahulu dibangun perumahan yang memadai bagi para pegawai staf
proyek, sehingga mereka dapat memboyong anak isterinya ke lokasi.
Qissah Nabi Nuh AS dan Epos Gilgamesy
Seperti telah dikemukakan dalam seri 003 bahwa ilmu pengetahuan yang
dipelajari di sekolah-sekolah umum dibangun di atas landasan filsafat
positivisme. Artinya ilmu pengetahuan itu tidaklah polos melainkan sudah
dijerumuskan berpihak kepada yang atheis, tidak percaya akan Tuhan, yang
agnostik, acuh tak acuh tentang Tuhan, dan yang deist, tidak percaya akan wahyu
walaupun percaya akan adanya Tuhan.
Berapakah Harga Kemajuan Materiel?
Menurut Ejaan Yang Disempurnakan materiel seharusnya ditulis dengan material, akan tetapi dari rasa bahasa tidak begitu enak. Mengapa tidak enak, oleh karena selama ini kita biasa dengan pembedaan arti material dengan materiel. Material sebelum EYD berarti sesuatu yang teraba, tangible, sedangkan materiel sesuatu yang abstrak, tak teraba. Oleh sebab itu saya minta izin kepada lembaga yang bertanggung jawab terhadap EYD, untuk dalam tulisan ini melanggar EYD, ya karena masalah rasa bahasa.
Pemanfaatan Sains
Apabila sains didefinisikan atau diartikan di atas paradigma filsafat positivisme (menurut pandangan deisme, agnostisisme dan atheisme), maka gunanya sains itu hanya satu, yakni untuk mensejahterakan ummat manusia, memelihara binatang dan tumbuh-tumbuhan, lingkungan hidup pada umumnya. Akan tetapi jika sains itu didefinisikan atau diartikan di atas paradigma tawhid (monotheisme yang percaya akan wahyu),
Sains yang Otonom dan Polos Perlu Diredefinisi
Secara gampangnya sains itu adalah proses penafsiran alam semesta yang dapat ditangkap/dideteksi oleh pancaindera, biasanya dengan bantuan instrumen, yang kemudian penafsiran itu harus diujicoba juga dengan bantuan instrumen. Jadi dalam sains obyek ilmu yakni alam sekitar dideteksi dahulu,
Kursi Iman dan Kursi Ilmu. Dibedakan Tetapi Tidak Dipisahkan *)
Di dalam diri kita harus disediakan dua kursi, yaitu kursi iman dan kursi ilmu. Kedua kursi itu harus dapat dibedakan, tetapi tidak boleh dipisahkan, karena keduanya merupakan satu sistem. Kedua kursi itu harus dibedakan, oleh karena apabila kita menempatkan sesuatu hal tidak pada kursinya, misalnya suatu hal yang harus didudukkan pada kursi ilmu, tetapi kita dudukkan pada kursi iman,
Interaksi Iman dan Ilmu, Pencemaran Thermal
Antara tumbuh-tumbuhan di pihak yang lain dengan manusia dan binatang di pihak yang lain membentuk sistem yang dalam ungkapan bidal Melayu lama berbunyi: Seperti aur dengan tebing, atau dalam ungkapan modern yang canggih bunyinya: Mutualis simbiosis, suatu ekosistem saling menghidupi
Konfigurasi Wahyu, Akal dan Naluri; Ruang Lingkup Syariat
Orang dapat menjalankan agama dengan baik, jikalau memahami ajaran agama
itu dengan baik. Supaya dapat memahami ajaran agama dengan baik, haruslah pula
dapat memahami wahyu dengan baik. Untuk dapat memahami wahyu dengan baik
haruslah pula dapat memahami informasi-informasi yang relevan dengan wahyu,
seperti Hadis Nabi,
Peranan Wahyu dan Akal dalam Kehidupan
Makhluk ciptaan Allah SWT di alam syahadah ini, seperti apa yang dapat kita amati, dapat digolongkan dalam jenis-jenis: batu-batuan/mineral, tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia. Allah SWT sebagai ArRabb mengatur alam syahadah dengan hukum-hukumNya untuk mengendalikan berjenis-jenis ciptaanNya itu.
PESAN ALI BIN ABU THALIB
Assalamu'alaykum Wr. Wb.
Dibawah ini adalah beberapa untaian kata yang
dinisbahkan kepada Imam 'Ali bin Abu Thalib r.a yang diambil dari buku "Mutiara
Nahjul Balaghah" yang diberi Syarah oleh Bapak revormasi Islam Muhammad Abduh
dan diteliti serta ditahkikkan kembali oleh Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid
(dosen Fakultas Bahasa Arab al-Azhar Mesir),
Dibawah ini adalah beberapa untaian kata yang
dinisbahkan kepada Imam 'Ali bin Abu Thalib r.a yang diambil dari buku "Mutiara
Nahjul Balaghah" yang diberi Syarah oleh Bapak revormasi Islam Muhammad Abduh
dan diteliti serta ditahkikkan kembali oleh Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid
(dosen Fakultas Bahasa Arab al-Azhar Mesir),DOA SETELAH SHOLAT, QUNUT & SALAMAN
Assalamu'alaykum Wr. Wb.
1. Dzikir dan doa bersama setelah sholat itu
benar gak sih?
2. Jabat tangan setelah sholat boleh gak?
3. Mengangkat tangan waktu i'tidal(seperti waktu baca doa qunut)?
2. Jabat tangan setelah sholat boleh gak?
3. Mengangkat tangan waktu i'tidal(seperti waktu baca doa qunut)?
BABI
Tuhan telah melarang dengan alasan yang akan
dijelaskan secara singkat memakan daging bangkai, darah, daging babi dan daging
binatang yang dicekik, dipukul, dibanting hingga mati, ditanduk dan dimangsa
oleh binatang pemangsa.
MEMAKAI EMAS BAGI LAKI-LAKI
Assalamu'alaykum Wr. Wb.
Ramainya pembicaraan mengenai hukum memakai
emas dan sutera bagi laki-laki Muslim, dimana bila kita lihat dari al-Hadis maka
disebutkan mengenai keharamannya sedangkan al-Qur'an sendiri sama sekali tidak
pernah menyinggung masalah ini.
Belajar Hukum-hukum Syari'at tentang Rumah.
Di antaranya:
Shalat di rumah.
Tentang shalat laki-laki, Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sebaik-baik shalat laki-laki
adalah di rumahnya, kecuali shalat wajib."
Adapun shalat-shalat wajib tersebut
maka wajib dilakukan di masjid, kecuali ada udzur. Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda:
Pengajaran Anggota Keluarga
Mengajar adalah kewajiban yang mesti
dilakukan oleh pemimpin keluarga, sebagai realisasi dari perintah Allah
Ta'ala:
"Wahai orang-orang yang beriman,
jagalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya manusia dan
batu".(At-Tahrim :
6)
Upaya Membentuk (Memperbaiki) Isteri.
Apabila isteri adalah wanita
shalihah maka inilah kenikmatan serta anugerah besar dari Allah Ta'ala. Jika
tidak demikian, maka kewajiban kepala rumah tangga adalah mengupayakan
perbaikan.
Memilih Istri yang Tepat
Allah berfirman:
"Dan
kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang
layak (kawin) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang
perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya.
Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui." (An-Nur: 32).
Mengucapkan Ucapan Selamat Ala Kaum Jahiliyah
Kaum
jahiliyah selalu menggunakan kata-kata Birafa' Wal Banin, ketika
mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Ucapan Birafa' Wal Banin (=semoga
mempelai murah rezeki dan banyak anak) dilarang oleh Islam.
Mengikuti Upacara Adat
Ajaran dan peraturan Islam
harus lebih tinggi dari segalanya. Setiap acara, upacara dan adat istiadat yang
bertentangan dengan Islam, maka wajib untuk dihilangkan. Umumnya umat Islam
dalam cara perkawinan selalu meninggikan dan menyanjung adat istiadat setempat,
sehingga sunnah-sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang benar dan shahih
telah mereka matikan dan padamkan.
SEBAGIAN PENYELEWENGAN YANG TERJADI DALAM PERKAWINAN YANG WAJIB DIHINDARKAN/DIHILANGKAN
Tukar Cincin
Dalam peminangan biasanya ada
tukar cincin sebagai tanda ikatan, hal ini bukan dari ajaran Islam. (Lihat
Adabuz-Zafat, Nashiruddin Al-Bani)
Pacaran
Kebanyakan orang sebelum
melangsungkan perkawinan biasanya "Berpacaran" terlebih dahulu, hal ini biasanya
dianggap sebagai masa perkenalan individu, atau masa penjajakan atau dianggap
sebagai perwujudan rasa cinta kasih terhadap lawan jenisnya.
TATA CARA PERKAWINAN DALAM ISLAM
Islam telah memberikan
konsep yang jelas tentang tata cara perkawinan berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah
yang Shahih (sesuai dengan pemahaman para Salafus Shalih -peny), secara singkat
penulis sebutkan dan jelaskan seperlunya :
Untuk Meningkatkan Ibadah Kepada Allah
Untuk Menegakkan Rumah Tangga Yang Islami
Dalam Al-Qur'an
disebutkan bahwa Islam membenarkan adanya Thalaq (perceraian), jika suami istri
sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah, sebagaimana firman Allah
dalam ayat berikut :
TUJUAN PERKAWINAN DALAM ISLAM
1. Untuk Memenuhi
Tuntutan Naluri Manusia Yang Asasi
Di tulisan terdahulu
[bagian kedua] kami sebutkan bahwa perkawinan adalah fitrah manusia, maka jalan
yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini yaitu dengan aqad nikah (melalui jenjang
perkawinan), bukan dengan cara yang amat kotor menjijikan seperti cara-cara
orang sekarang ini dengan berpacaran, kumpul kebo,
Untuk Mencari Keturunan Yang Shalih
Tujuan perkawinan di
antaranya ialah untuk melestarikan dan mengembangkan bani Adam, Allah berfirman
:
"Artinya
: Allah telah menjadikan dari diri-diri kamu itu pasangan suami istri dan
menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan
memberimu rezeki yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang
bathil dan mengingkari nikmat Allah ?". (An-Nahl : 72).
25 Apr 2013
Islam Tidak Menyukai Membujang
Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras kepada orang
yang tidak mau menikah. Anas bin Malik radliyallahu 'anhu berkata : "Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk nikah dan melarang kami
membujang dengan larangan yang keras". Dan beliau bersabda :
PERKAWINAN ADALAH FITRAH KEMANUSIAAN
Teka-teki Harta Karun, dan Ciri-ciri Pangeran Masa Depan
Ketika badui Ta'amirah menemukan
gua pertama di kawasan Qumran pada musim semi tahun 1947 di dekat Laut Mati,
Palestina saat itu masih berada di bawah protektorat Inggris, sedang kota
Yerusalem dan Tepi Barat berada di bawah otoritas Palestina. Tapi, Eliezar
Sukenik dan anaknya Yigael Yadin berhasil membeli tujuh naskah yang ditemukan
oleh badui Ta'amirah untuk Hebrew University.
Memimpikan Kota Utopis Atau Sorga Hari Akhir
Pencarian kota utopis sudah menjadi impian umat
manusia sejak menyadari wujud sosialnya, baik melalui agama; pemikiran filsafat
atau pemikiran sosial hal ini karena setiap manusia mengetahui baik dengan akal
maupun hatinya akan perlunya suatu masyarakat lain yang terbebas dari problem
dan kekurangan-kekurangan yang ada dalam masyarakat tempat dia
hidup.
Siapakah Sejatinya Guru Bijak dan Pendeta Jahat di Qumran?
Siapakah Guru Bijak bagi Jemaat Qumran
dan siapa pula Pendeta jahat? Injil Matius menceritakan tentang kelahiran
Almasih ;
"Sesudah Yesus dilahirkan di
Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang orang Majus
dari Timur ke Jerusalem dan bertanyatanya: Di manakah Dia, raja orang Yahudi
yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami
datang untuk menyembah Dia. " Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah
ia beserta seluruh Jerusulem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli
Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias
akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena
demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi." (Matius 2 : 1 -
5)
"Lalu dengan diam-diam Herodes
memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya
kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke
Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak
itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku.... "
(Matius
2 : 7 - 8)
"Setelah mendengur kata-kata
raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur
itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu
berada "... .... lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta
bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada -Nya, yaitu emas, kemenyan dan
mur. (Matius 2 : 9, 11)
"Dan karena diperingatkan dalam
mintpi, supaya jangan kemhali kepada Herodes.....2: 13 Seteluh orang-orang majus
itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata:
"Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibuNya, larilah ke Mesir dan tinggallah di
sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencuri Anak itu untuk
mernbunuh Dia." (Matius 2 : 12 - 13).
"Ketika Herodes tahu, bahwa ia
telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah Lalu ia menyuruh
membunuh sernua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur
dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang
majus itu ". (Matius : 16)
"Setelah Herodes mati, nampaklah
malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katatnya ; "Bangunlah,
ambillah anak itu.serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena rnereka
yang hendak rnemhunuh Anak itu sudah mati." (Matius 2 : 19-20)
Padahal, Raja Herodes telah mati pada
tahun ke-4 SM, oleh sebab itu maka sejatinya kelahiran Almasih dan tragedi
pembunuhan anak-anak bayi - berlandaskan para riwayat ini - semestinya terjadi
pada masa sebelumnya, apalagi Injil-Injil Perjanjian Baru menentukan bahwa
kematian Almasih terjadi pada masa pemerintahan Gubernur Romawi Pontius Pilatus
yang memerintah Palestina antara tahun 26 - 36 M. Berhubung Jemaat Qumran bisa
jadi telah ada semenjak tahun ke-2 SM, hingga pertengahan abad ke-1 M -yang
meliputi masa kelahiran dan kematian Almasih- sebagian besar kalangan
memperkirakan akan dapat menemukan sumber-sumber yang menyinggung atau
mengomentari peristiwa ini, membenarkan atau menafikan penafsiran-penafsiran
yang berkembang.
Namun sayang tulisan-tulisan
kuno dari Qumran yang telah diterjemahkan dan dipublikasikan sama sel<ali
tidak memberikan pengetahuan apapun berkenaan dengan masalah ini. Tidak
sedikitpun disinggung peristiwa pembantaian anak-anak balita di zaman Herodus
dan penyaliban Almasih di masa Pontius Pilatus. Daripada mengangkat tema
tersebut, Jemaat Qumran justru membicarakan sosok
manusia yang lain -tanpa menyebutkan nama dan
masa kehidupannya- Dia disebut sebagai Guru Bijak yang telah mati pada masa lalu
dan mereka sedang menantikan kedatangannya kembali.
Dari tulisan-tulisan yang ada dalam
kepemilikan Jemaat Qumran, didapat kejelasan bahwa orang-orang dari sekte Esenes
berkeyakinan bahwa mereka mewakili golongan "perjanjian baru" berhadapan dengan
"perjanjian lama" sebagaimana klaim Yahudi. Inti ajaran "perjanjian lama" bagi
Yahudi dibangun di atas dasar kepatuhan mereka untuk mengkhitankan anak
laki-laki, sebagaimana termaktub dalam Kitab Kejadian, tatkala Tuhan berfirman
kepada Ibrahim :
"Dan pihakmu, engkau harus
memegang perjanjian-Ku. engkau dan keturunanmu turuntemurun. Inilah
perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta
keturunanmu yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah
dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan
kamu. Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-Iaki di
antara kamu, turun-temurun; baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli
dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. Orang
yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka
dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. Dan orang
yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka
orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah
mengingkari perjanjian-Ku. " (Kejadian 17: 9-14)
Ketika lahir Agama Kristen, Paulus
mengatakan bahwa karakteristik "perjanjian lama" yang berlandaskan
afiliasi berdasarkan hubungan darah, telah berakhir. Ini di pihak lain merupakan
pertanda dimulainya "masa perjanjian baru", bagi siapa saja yang beriman
pada kebangkitan Almasih.
Selain mereka, Jemaat Esenes Qumran -
diperkirakan telah ada puluhan tahun sebelum kelahiran al-Masih- juga mengklaim
bahwa mereka pun mewakili golongan "perjanjian baru", meskipun bahwa Jemaat ini
telah menjadi bagian integral dari eksistensi Yahudi. Inti ajaran "perjanjian
baru" adalah bahwa setiap orang yang beriman pada kebangkitan Almasih -atau yang
beriman pada kehidupan akhirat - tidak akan mengalami mati, sebab yang mati
hanyalah wujud materi (jasad), sedangkan arwah bersifat abadi. Sebagaimana
dimaklumi bahvra ajaran Yahudi dari para pendeta Rumah Suci di Jerusalem tidak
mengimani wujud arwah, tidak pula kehidupan sesudah mati, dan justru
persoalan-persoalan tersebut menjadi substansi ajaran Kristen.
Berdasarkan sumber-sumber dari tulisan
mereka sendiri, dapat diketahui bahwa Jemaat Qumran mempunyai seorang guru yang
dijuluki sebagai "Guru Bijak", yang hidupnya berakhir tragis dan berdarah; pada
masa lalu yang tidak diketahui bilangan tahunnya secara pasti dan diperkirakan
pada tahun ke-2 SM.
Yang menyebabkan kematiannya adalah
seorang Pendeta jahat. Berdasarkan keterangan yang tertera dalam tulisan-tulisan
tangan yang berisi penafsiran atas Kitab "Habakuk" dan juga dalam Kitab
"Pertempuran antara Anak Cahaya dan Anak Kegelapan", disebutkan bahwa "Tuhan telah membeberkan
kepadanya semua rahasia para Nabi Hamba Tuhan". Perlu dicamkan, bahwa di sana
terdapat persamaan yang cukup besar antara "Guru Yang Bijak" dengan "Isa
Almasih" yang kita kenal melalui tulisan-tulisan dalam Perjanjian Baru dan dari
AI-Qur'an. Seorang peneliti berkebangsaan Perancis, Andre Dupont-Sommer, telah
melakukan studi perbandingan di antara keduanya, dan mengeluarkan pernyataan :
"Murid-murid meyakini bahwa Guru Bijak -yang mirip dengan Yesus- itu adalah
Almasih hamba Allah dan Juru Selamat. Keduanya sama-sama menentang kependetaan
Yahudi, sama-sama dihukum mati, sama-sama menghujat kependetaan Rumah Suci
Jerusalem dan keduanya memimpin sebuah jemaat yang anggota-anggotanya sedang
menantikan kedatangan dirinya pada akhir zaman untuk memimpin
dunia".
Namun demikian, dalam penafsiran mereka
atas urgensi naskah-naskah Qumran dalam upaya mengetahui asal usul Kristen, para
peneliti berbeda pandangan mengenai masalah ini, Sebagian menafikan adanya
hubungan antara Jemaat Qumran dan Sejarah Kristen, sedangkan sebagian lain
seperti Profesor Tatcher dari University of Cambridge berkeyakinan bahwa Guru
Bijak itu tidak lain adalah Isa Almasih dan orang-orang Esenes itu adalah para
penganut Kristen golongan pertama.
Bahkan, salah seorang dari delapan
peneliti yang dipilih oleh pemerintah Jordan untuk melakukan studi atas
transkrip kuno dari Qumran, yakni John Allegro, dari Manchester University
berpendapat bahwa Yesus sama sekali bukan "tokoh historis" akan tetapi dia
adalah "tokoh mitologis". Edmund Wilson, penulis berkebangsaan Amerika Serikat,
pada beberapa tulisannya menyatakan bahwa kelahiran agama Kristen itu
sesungguhnya bukan di Betlehem, tetapi di Qumran. Hanya saja mayoritas peneliti
tidak begitu saja mengiyakan pendapat yang sangat radikal ini, namun mereka juga
tidak menafikan bahwa tulisantulisan kuno dari Qumran itu kelak akan membawa
perubahan besar dalam menafsirkan rentetan peristiwa yang terjadi pada periode
awal sejarah Kristen yang masih terselubung. William F. Albright - peneliti dari
Amerika Serikat yang mempunyai banyak sekali tesis arkeologis Palestina dan
tulisan-tulisan kuno- mengatakan, "sumber-sumber terbaru ini akan melahirkan
perkembangan spektakuler sehubungan dengan pandangan kita terhadap sejarah awal
agama Kristen,". Tetapi di sekelompok akademisi yang terdiri dari para guru
besar jurusan studi Perjanjia Lama mengatakan bahwa Yesus justru merupakan salah
seorang murid dalam Jemaat Qumran sehingga dengan demikian, ajaran-ajaran Yesus,
praktis bersumber dari Jemaat tersebut.
Upaya-upaya para ilmuwan sejarah dan
arkeologi menemui jalan buntu sebelum berhasil menyingkap jati diri "guru bijak"
dan "si pendeta jahat". Untuk itu diusulkan beberapa nama yang pernah disebut
oleh sejarah penguasa-penguasa Kerajaan Yehuda Hasmoneon sekitar abad ke-2 SM. Namun
sejauh itu tidak ada sesuatu yang menguatkan asumsi tersebut, bahkan Yosephus,
Sejarawan Yahudi paling populer di masanya, sedikitpun tidak pernah menyinggung
jati diri kedua orang misterius itu. Pendapat yang cukup kuat adalah sang guru
hidup pada abad sebelumnya dan di samping itu, para anggota Jemaat berkeyakinan
bahwa para pendeta rumah suci Jerusalem adalah para penerus pendeta jahat dan
perwujudan setan di muka bumi.
Semua yang kita ketahui tentang
tulisan-tulisan kuno Jemaat Qumran menyebutkan, Guru bijak itu mengetahui
penafsiran yang benar atas ajaran-ajaran para Nabi, aturan-aturan pelaksanaan
perayaan hari raya. Sedangkan Pendeta jahat -yang kadangkala disebut Pendeta
pendusta- berselisih pendapat dengan sang Guru kemudian dia memeranginya. Sang
guru melarikan diri bersama para murid ke sebuah tempat di wilayah Damsyik,
namun bukan kota Damaskus, ibukota Suriah dewasa ini. Nama ini dipergunakan
untuk menunjukkan lokasi tertentu yang dirahasiakan dan tidak mengetahuinya
secara pasti kecuali para murid. Sebagaimana dimaklumi bahwa Jemaat Qumran
menafsirkan tulisan-tulisan mereka seolaholah tulisan itu adalah rangkaian
rumus. Para calon anggota Jemaat diwajibkan mengucapkan sumpah untuk tidak
membocorkan makna-makna khusus yang mereka pergunakan untuk menafsirkan
peristilahan seperti itu. Namun pada akhirnya pendeta jahat itu datang dan
menyerang sang guru di tempat persembunyiannya. Penyerangan sang guru oleh
pendeta jahat terjadi pada hari yang kemudian dikenal dengan "hari raya Kipur"
atau "hari pengampunan". Kemudian si pendeta menangkap sang guru dan menelannya.
Riwayat yang lain menyebutkan bahwa Tuhan telah menyelamatkan dia dari
mereka.
Yang perlu menjadi catatan adalah,
pendapat otoritas gereja hingga abad ke-4 M, mereka mengatakan bahwa Yesus
mempunyai wujud yang telah ada sebelum dia menampakkan dirinya kepada para
sahabatnya di Palestina. Josephus, Sejarawan gereja paling awal, mengatakan,
"Yesus memiliki sosok yang kembar....,
masing-masing
dari Yesus dan Almasih merupakan nama yanq dipuja, hingga oleh para nabi Allah
semenjak asal. Tugas saya di sini untuk menjelaskan bahwa kekudusan dan
keagungan nama ini pun telah disebutkan oleh Nabi Musa
... Ketika Musa menyampaikan kepada Tuhan tentanq sifat Pendeta Terbesar - dia
adalah orang paling kuat - Almasih telah memanggilnya. Musa bersama Roh
Kudus juga telah sempat meramalkan denqan tepat julukan bagi Yesus. Musa merasa
bahwa ia juga berhak mendapatkan keistimewaan khusus, yang
belum pernah didengar oleh telinga manusia, sehingga menjadi jelas bagi Musa
bahwa julukan Yesus yang
diberikannya
pada kesempatan pertama dan satusatunya bagi seorang laki-laki yang -secara
simbolis - diketahui bahwa dia akan menjadi pengqanti dirinya sesudah ia mati.
"
Nabi-nabi yang menggantikan Musa hingga
waktu itu tidak seorangpun yang menyandang nama Yesus. Nama yang ada adalah
Yoshea, nama pemberian sang ayah. Sedangkan Musa telah memanggil Yesus dengan
menyertakan julukannya sebagai penghormatan tertinggi yang tidak dapat diukur
harganya, bahkan lebih agung dari dari mahkota kerajaan manapun di
bumi.
Kita mendapati bahwa orang-orang Yebus
hampir saja berkeyakinan bahwa Yoshea bin Nun itulah pengganti Musa, dan dia
pulalah Yesus Kristus (Almasih). Ia tidak saja membawa nama yang sama, namun ada
kemiripan di antara keduanya, di mana masing-masing menjadi pengganti Musa.
Persoalannya di sini adalah, mestinya Yoshea hidup pada zaman Musa, sekitar abad
ke-14 SM, sedangkan Yesus hidup pada permulaan abad pertama M. Semua pembicaraan
ini menyimpan rangkaian rumus yang diketahui oleh para pendeta-pendeta gereja
abad pertama, sebagaimana pula diketahui oleh para anggota Jemaat
Qumran.
Sebagaimana kita ketahui bahwa
tulisan-tulisan kuno di Qumran, tidak saja menegaskan sesuatu yang telah
dimaklumi sebelumnya, tapi bahkan membuka wacana baru untuk bahan kajian. Tidak
disangsikan, apapun alasannya, naskah yang telah dipublikasikan telah sempat
mengundang pelbagai pertanyaan yang perlu mendapatkan jawaban, terlepas apakan
naskahnaskah yang masih tersisa akan dipublikasikan atau tidak.
Kitab Para Murid dan Naskah Damaskus
Selain manuskrip yang berisikan
tulisan-tulisan agama, didapati pula di gua-gua Qumran, beberapa tulisan tangan
yang menjelaskan norma kehidupan Jemaat Esenes di antaranya "Kitab Para Murid"
dan Kitab yang belakangan dikenal sebagai "Manuskrip Damaskus" (Damsyik). Yang
lebih mungkin diterima adalah bahwa nama "Damaskus" merujuk kepada sumber-sumber
yang tercantum pada sebagian Kitab Nabi-Nabi berkenaan dengan hukuman Tuhan bagi
para pembangkang Bani Israel.
Pada 9 : 1 Kitab Zakharia disebutkan
: "Ucapan Ilahi, Firman TUHAN datang atas negeri Hadrakh dan berhenti di
Damsyik':
Juga pada 5: 25 - 27 Kitab Amos :
'Apakah kamu mempersembahkan kepada-Ku korban sembelihan
dan korban sajian, selama empat puluh tahun di padang gurun itu, hai kaum
Israel? Kamu
akan
mengangkut Sakut, rajamu, dan Kewan, dewa bintangmu, patung-patungmu yanq telah
kamu buat bagimu itu, dan Aku akan membawa kamu ke dalam pembuanqan jauh ke
seberang Damsyik, " firman TUHAN, yang nama-Nya Allah semesta
alam".
Menelaah lebih jauh, didapat pengertian
lain bahwa nama Damsyik merupakan julukan simbolis bagi Jemaat Qumran. Sementara
para Nabi menyinggung soal pengasingan Bani Israel ke wilayah utara di luar
Damsyik sebagai hukuman atas perbuatan mereka menyembah terafim (patung),
sebaliknya manuskripmanuskrip Damsyik menformat ulang redaksi ayat sehingga
menghadirkan makna yang berbeda, menjadi semacam janji bagi sekelompok orang
yang menyelamatkan keyakinan mereka dari komunitas Yahudi dengan memilih hidup
mengasingkan diri, sehingga dengan demikian mereka mampu menyelamatkan keyakinan
mereka yang benar.
"Aku akan mengasinqkan
kemah-kemah rajamu dan tonggak-tonggak keberhalaanmu dari perkemahanKu ke
Damsyik." Berdasarkan pada gaya penafsiran simbolis Jemaat Qumran, "kemah-kemah
raja" menunjukkan makna Kitab Tuhan, "tonggak tonggak berhala" dimaksudkan
sebagai Kitab Para Nabi. Sehingga berdasarkan penafsiran ini, ayat tersebut
mengandung pengertian bahwa Tuhan akan memindahkan Kitab Taurat bersama Jemaat
Esenes berikut Kitab Para Nabi - yang sangat dibenci oleh penganut Yahudi di
Jerusalem- jauh dari wilayah Kerajaan Yehuda, demi menjaga
keselamatannya.
" Mereka menggali sumur. Sumur
yanq digali oleh para penguasa, yanq digali oleh orang-orang mulia dari bangsa
Israel dengan tongkat." Sumur disini diartikan sebagai ajaran
agama, dan orang-orang yang menggali sumur tersebut adalah orang-orang Bani
Israel yang mengikuti petunjuk Tuhan, yang meninggalkan tanah Yehuda dan menetap
di Damsyik. Tuhan menyebut mereka sebagai "para penguasa". Sedangkan tongkat
merupakan simbolisasi dari orang yang mengajarkan agama. Nabi Yesaya berkata :
"Ia mengeluarkan peralatan untuk bekerja. Orang-orang
mulia adalah mereka yang datang untuk menggali sumur dengan mempergunakan
tongkat...... hingga mereka hadir di tengah masa kejahatan, hingga datangnya
oranq yang mengajarkan kejujuran di akhir zaman......semenjak hari kedatangan
sanq guru tunggal dan hingga kebinasaan tentara-tentara yang kembali bersama
pemimpin pendusta akan memakan waktu 40 tahun. Pada kurun waktu itu, Tuhan akan
murka kepada Bani Israel seperti dikatakan, karena itu Bani Israel akan melalui
masa panjang tanpa pemimpin, tanpa raja dan tanpa hakim."
Sedangkan istilah yang
dipergunakan untuk mengidentifikasikan jati diri mereka, Jemaat Esenes
menggunakan nama "Breth Khadasyah", yang berarti "perjanjian baru". Dan
mereka, meskipun berselisih pandang dengan para Pendeta Rumah Suci di Jerusalem,
dan berseberangan dengan mereka, namun Jemaat Qumran itu tetap menganggap diri
mereka sebagai jemaat ahli ibadah yang mempunyai pendeta pemimpin yang diangkat dari anggota jemaat yang
paling tinggi kedudukannya. Para anggota jemaat dilarang mengadakan perkumpulan
lebih dari sepuluh orang tanpa dihadiri oleh pendeta pemimpin. Meskipun
demikian, urusan jemaat sekecil apapun, akan diselesaikan melalui mekanisme
musyawarah. Tema permasalahan terlebih dahulu dilontarkan ke hadapan majelis
untuk didiskusikan, masing-masing berhak mengeluarkan pendapat, dan pada
gilirannya al<an dilakukan vooting. Hanya saja keputusan yang diambil oleh
pendeta pemimpin dianggap sebagai keputusan yang suci dan tidak boleh dilanggar.
Kepemimpinan Jemaat Qumran dipegang oleh dua orang
Pendeta, yang masing-masing memegang wewenang yang berbeda. Salah satu dari
Pendeta itu disebut "Baged" atau pengawas, yang bertugas memantau
persoalanpersoalan keagamaan dan menguji calon anggota jemaat. Pendeta Pemimpin
yang kedua disebut "M-bq-r" yang membawahi urusan keuangan dan administrasi
jemaat.
Pada tahun 1896, dua naskah dari
manuskrip Damsyik yang semula tersimpan di sebuah kamar tertutup dalam rumah
peribadatan Yahudi di Kairo, Mesir, berhasil ditemukan. Konon, rumah peribadatan
itu adalah milik Gereja Koptik Saint Mitchel lalu dibeli oleh orang-orang Yahudi
di Mesir pada tahun 882 M. Istana Lilin, nama gereja tersebut, adalah bekas
benteng Romawi kuno, di sebuah kawasan tidak jauh dari kota Fustat yang dibangun
oleh sahabat Rasul Amru bin Ash. Dari bekas bentenq kuno tersebut dibangun enam
buah gereja Koptik masing-masing Gereja Gantung, Gereja Abu Sirg, Gereja Mar
Girgis, Gereja Maria, Gereja Saint Barbara dan Gereja Sait Mitchel. Orang-orang
Yahudi I<enudian menjadikan Gereja Saint Mitchel itu sebagai Rumah
Peribadatan yang dinamai "Ezra" yang memiliki sebuah gudang di bagian belakang
dan dikenal dengan sebutan "Kaneza", sebuah ruangan tertutup tanpa pintu dan
jendela. Tidak ada yang bisa masuk ke dalamnya selain melalui sebuah celah yang
dibuat di salah satu sisi dinding. Belakangan diketahui bahwa ruang tersebut
dipergunakan sebagai gudang untuk menyimpan peninggalan-peninggalan kuno,
termasuk di antaranya manuskrip kitab-kitab suci yang tidak mudah bagi
orang-orang Yahudi untuk melenyapkannya begitu saja, karena dalam
tulisan-tulisan tangan itu tertera nama Tuhan.
Manuskrip-manuskrip Damsyik
terdiri dari dua bagian; Bagian pertama memuat nasihat-nasihat bijak bagi para
anggota jemaat, sedangkan bagian kedua berisi ajaran-ajaran syari'at dan
perintah untuk menjaga keimanan. Uniknya, kitab-kitab tulisan tangan Damsyik ini
memberikan makna atas kitabkitab Perjanjian Lama melalui metode penafsiran yang
sangat ganjil dan berbeda dengan penafsiran para pendeta Rumah Suci di
Jerusalem. Salah satu contoh-dari perbedaan penafsiran ini antara lain berkenaar
dengan hukum perkawinan. Para pendeta Rumah Suci di Yerusalem memperbolehkan
seorang lelaki menikahi anak perempuan saudara kandung
karena sejauh ini tidak ada larangan daiam teks Kitab
Taurat. Sedangkan Jemaat Qumran mengharamkannya dengan dasar bahwa status hukum
anak perempuan saudara kandung itu sama dengan saudara ibu atau
ayah.
Seorang yang baru masuk menjadi anggota
jemaat wajib menyerahkan semua harta pribadinya sehingga menjadi milik bersama.
Kebersamaan mereka itu tampak dalam ritual peribadatan "makan bersama". Disiplin
hidup yang keras menjadi ciri khas jemaat Qumran, dan strata sosial menjadi
sangat dominan. Dalam sebuah majelis, masirg-masing orang duduk sesuai kelas
sosial mereka. Tidak seenaknya orang angkat bicara dengan memotong pembicaraan
orang lain, lebih-lebih jika yang sedang berbicara berkedudukan lebih tingqi. Di
dalam majelis seorang tidak diperbclehkan mengeluarkan pendapat yang sekiranya
bertentangan dengan pendapat mayoritas atau pendapat pendeta pemimpin. Etika
yang harus diikuti dalam penyampaikan pendapat di dalam majelis adalah dengan
berdiri dan mengatakan, "Ada yang hendak kami sampaikan kepada
majelis...."
Di dalam gua nomor : 1, didapati
tulisan-tulisan tangan yang menjelaskan aluran-aturan yang berlaku dalam jemaat,
yang dikenal dengan sebutan "Kitab Para Murid". Dalam kitab tersebut antara lain
disebutkan kaidah kaidah yang dari padanya diketahui apa arti kebenaran (haq)
dan kepalsuan (batil), penjelasan tentang langkah-langkah yany
wajib diikuti oleh calon anggota jemaat, peraturan-peraturan yang berlaku untuk
para murid dan aturan penerapan hukuman bagi pelanggar peraturan jemaat. Dalam
Kitab Para Murid juga dipaparkan aturan-aturan dasar yang wajib dijalankan oleh
Pendeta Pemimpin berikut para anggola, serta penjelasan hari-hari raya suci.
Secara garis besar, Kitab Para Murid terdiri dari tiga
bagian;
1. Syarat-syarat yang wajib dipenuhi
untuk menjadi anggota Jemaat.
2. Peraturan Majelis
Jemaat
3. Petunjuk-petunjuk yang wajib dipatuhi
olen pendeta pemimpin.
Pendeta pemimpin wajib memberikan
pelajaran kepada para murid tertany tata cara hidup sesuai dengan aturan yang
ditetapkan oleh Jemaat, berlbadah kepada Tuhan dengan sepenuh hati dan jiwa,
mengerjakan perbuatan yang baik dan lurus dalam penilaian Tuhan sebagaimana
diperintahkan kepada Musa dan para Naai hamba Tuhan. Mencintal segala yang
dicinta oleh Tuhan dan membenci segala yang dibenci oleh-Nya. Menjauhkan diri
dari keburukan dan memegang teguh pada kebajikan. Semua orang yang dengan
sukarela menghibahkan dirinya pada Tuhan, demi memenuhi kevoajiban ketuhanan
maka dia akan diterima menjadi anggota Jemaat Cinta Kasih, karena dengan
demikian ia telah menjadi anggota jemaat Allah dan hidup di bawah kesempurnaar
Tuhan. Juga karena ia lelah berusaha sekuat tenaga unluk menjadi makhluk sosial
yang solicer, mempergunakan seluruh
harta kekayaan untuk kebaikan
secara sukarela. Setiap orang yang bersedia mengikuti ajaran-ajaran Jemaat maka
ia diwajibkan untuk mengucapkan sumpah di hadapan Tuhan yang dikenal dengan
sebutan "Ikrar Perjanjian Baru", mentaati segala wasiatNya dan tidak membiarkan
diri dikuasai setan. Pada saat pengucapan janji, para pendeta dan orangorang
Lewi: Membacakan tasbih-tasbih dan pujian pada Tuhdn dengan khusyu'; yang
dibarengi dengan ucapan "amin" oleh mereka yang sedang mengangkat
sumpah.
Semua orang yang mengikuti jalan
kesalehan akan dipimpin oleh Pangeran Cahaya dan mereka akan berjalan di atas
jalan yang terang benderang. Adapun orang-orang munafik diperintah oleh Raja
Kegelapan dan mereka selamanya akan hidup dalam kegelapan. Raja Kegelapan akan
terus berusaha m enyesatkar orang-orang yang baik dan hingga akhir zaman. Semua
kekhilafan, dosa, kejahatan dan perbuatanperbuatan yang bertentangan dengan
ajaran Tuhan akan terjadi bila manusia berada di bawah cenkeraman Raja
Kegelapan.
Seperti halnya alam luar, jiwa
rnanusia-pun senantiasa menjadi ajang pergulatan antara kekuatan baik dan
kekuatan jahat. Berdasarkan penjelasan Kitab Para Murid, setiap manusia memiliki
dua macam ruh yang menjadikannya hidup, ruh kebenaran (haq) yang bersumber dari
cahaya dan ruh kepalsuan (batil) yang bersumber dari kegelapan. Kedua macam ruh
dalam diri manusia itu selamanya dalarn pergulatan, jika ruh kebenaran menang,
manusia akan melahirkan kebajikan. Sebaliknya jika yang dominan ternyata ruh
kepalsuan, maka manusia menjadi jahat. Pada hakikatnya, ajaran tentang
perseteruan sepanjang masa antara ruh kebaikan dan ruh kejahatan dan bahwasanya
setan merupakan raja kegelapan, yang pekerjaannya hanya menyesatkan umat
manusia, telah sama-sama dimaklumi baik dari ajaran Islam maupun Kristen. Akan
tetapi orang-orang Yahudi pengikut ajaran Pendeta Rumah Suci di Jerusalem sama
sekali tidak mengenal ajaran tersebut atau beriman kepadanya.
Kitab Para Murid juga berisi ajaran
tentang perbuatan-perbuatan yang diharamkan, berikut hukuman bagi yang
melanggar, dan di antaranya adalah ;
-
Jika seorang melakukan kebohongan dengan sengaja dalam persoalan-persoalan yang menyangkut hak milik, akan diasingkan dari upacara suci "makan bersama" selama setahun penuh dan diwajibkan untuk menyisihkan seperempat jatah makan sehari-hari sebagai tebusan dan pertobatan.
-
Orang yang berkata kasar kepada kawannya atau tidak mengindahkan perintah saudara yang derajatnya lebih tinggi, dianggap telah melakukan pelanggaran terhadap aturan Jemaat. Kesalahan ini dapat ditebus dengan melakukan istigfar (meminta ampun pada Tuhan, pent) selama setahun penuh dan pelakunya dalam status terbuang.
-
Jika seorang berkata-kata mesklpun karena lalai, atau oleh sebab lain, sementara dia sedang membaca Kitab Shalat, akan dihukum buang dari Majelis Jemaat.
-
Seorang anggola yang bcrbicara dengan nada marah kepada para pendeta yang namanya tercantum dalam Kitab Para Murid, maka ia wajib bertaubat dari kekhilafannya dan dilarang mengikuti ritual makan bersama.
-
Siapa yang berdusta dengan sengaja, akan diasingkan selama tiga bulan.
-
Siapa yang melakukan penghinaan dengan sengaja akan diasingkan selama setahun.
-
Siapa yang melakukan penipuan dengan sengaja, baik melalui perkataan maupun perbuatan, akan diasingkan selama enam bulan.
-
Siapa yang menentang kepemimpinan Penguasa Jemaat, akan diasingkan untuk selama lamanya.
Majelis Jemaat terdiri dari 12 orang
anggota dan tiga orang pendeta yang alim dalam agama, sehingga dengan demikian
mereka akan mampu berbuat benar, lurus dan adil. Menjadi pemlmpin yany arif,
rendah hatl dan mampu menjaga keirnanan.
Sebagaimana termaktub dalam Kitab Yesaya
:
"Ada suara yang berseru-seru:
"Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang
belantara jalan raya bagi Allah kita!" (Yesaya 40 : 3). Jalan yang dimaksud itu
adalah mempelajari ajaran syari'at yang diwasiatkan olehNya kepada Musa, berbuat
sesuai dengan apa yang diwahyukan Tuhan sepanjang masa, dan sebagaimana
diterangkan oleh para Nabi.
Sekte Esenes, Kelompok Separatis Rumah Suci.
Siapakah orang-orang yang
mendiami wilayah Qumran antara pertengahan abad ke-2 S M hingga pertengahan abad
1M. yang menyembunyikan manuskrip-manuskrip misterius di gua-gua Laut Mati? Para
ilmuwan sepakat bahwa naskah-naskah kuno tulisan tangan yang diketemukan di
Qumran .itu adalah milik sekte Yahudi yang menamakan diri mereka "Esenes".
Sebutan mereka dengan nama tersebut menjadi bahan perdebatan di kalangan para
ahli. Profesor Abbas Mahmud AI-Aqqad dalam buku "Hayat Almasih" (Kehidupan
Almasih) edisi kedua, mengemukakan sebagai berikut,
"Pendapat yang paling akurat
dari berbagai tesis yang ada adalah bahwa orang-orang yang khusyu, yang menghuni
rumah peribadatan di Qumran ilu adalah sekelompok sekte Esenes, salah satu sekte
konservatif dan sangat keras mempertahankan hukum-hukum agama Yahudi, yang
menantikan keselamatan mereka dengan datangnya Sang Juru Selamat
yang dijanjikan. Sekte ini yang juga sempat kami singgung dalam tulisan kami
'Kejeniusan Almasih', merupakan kelompok bani Israel yang paling bersih dari
perbuatan dosa dan hawa nafsu. Dalam tingkat keberagamaan, mereka terbagi
menjadi tiga kelas. Dalam sumpah kesetiaan, mereka bersumpah untuk menjaga
rahasia kelompoknya, dan sesudah itu mereka diharamkan untuk bersumpah seeara
benar atau palsu seumur hidup. Mereka beriman pada hari kiamat, kebangkitan dan
kerasulan Almasih sang Juru Selamat. Pendapat kami bahwa nama Esenes berasal
dari derivasi "asi " yang berarti tabib. "
Para ilmuan sejarah berbeda
pendapat berkenaan dangan asal penamaan Esenes. Sebagaimana tersebut di atas
bahwa Profesor Aqqad menyebutnya berasal dari akar kata `asi' dalam
bahasa Aramik yang berarti tabib. Akan tetapi penulis berbeda pendapat dengan
Profesor Aqqad, sebab jamak dari kata "ast"' bukannya "esen"
tetapi "asen". Meskipun diketahui bahwa mereka mempergunakan ramuan
obat-obatan untuk terapi penyembuhan berbagai macam penyakit, namun mereka
bukanlah para tabib, dan tidak terdapat satupun tulisan kuno yang memperkuat
dugaan bahwa mereka berprofesi sebagai tabib.
Nama
kelompok Esenes tertulis dalam bahasa Yunani dalam karya sejarah Philo
Judaeus 1), Josephus Flavius
2), dan Pliny the Elder 3), masing-masing dalam ungkapan "
Esenoy" atau " Esau" sedangkan nama orang yang menisbatkan dirinya
kepada nama itu disebut " Esawi". Persoalan mendasar yang dihadapi oleh
para peneliti adalah bahwa meskipun asal kata dari nama kelompok ini merupakan
peristilahan lokal, namun mereka mendapatinya hanya tertulis dalam bahasa
Yunani. Untuk itu pertu dilacak asal kata dari istilah
tersebut.
Sebagian peneliti mengasumsikan
bahwa istilah itu berasal dari bahasa Aramik atau Ibrani; namun mereka tidak
kunjung sepakat pada kata tertentu yarig menunjukkan bahwa kelompok tersebut
pernah berdiam di wilayah Palestina. Namun demikian, di sana terdapat indikasi
kuat yang menghubungkan kelampok Esenes dengan Nabi Yesaya, yang membelot dari
kelompok Pendeta Rumah Suci dan memilih hidup menyendiri menantikan kedatangan
Sang Juru Selamat pada akhir zaman (hari kiamat). Nama Yesaya dalam bahasa
Ibrani adalah "Vasya Ya', seperti "Yasyu"' dan "Yasu"' yang mempunyai satu
pengertian yakni keselamatan Tuhan. Sedangkan nama "Yasu"' dalam bahasa Yunani
-atau "Isa" dalam bahasa Arabditulis sebagai "Esu". Tampaknya bahwa nama Yesaya
juga dipakai untuk menamahan murid-murid Nabi Yesaya. Para peneliti telah
menemukan tiga bagian dalam Kitab Yesaya ditulis selama kurun waktu dua abad,
antara abad ke-6 hingga abad ke-4 SM. Apapun alasannya, di antara jemaat yang
mendiami wilayah Qumran bersama nabi Yesaya terdapat hubungan yang erat -berkat
penemuan di dalam gua-gua hunian mereka- dengan tulisan-tulisan Nabi Yesaya
dalam jumlah besar, dan mereka menafsirkan tulisan-tulisan itu
dengan metode khusus yang menjadi rahasia di antara mereka, terutama
bagian-bagian yang berkenaan dengan "Hamba Tuhan", dan kelahiran "Emanuel".
Naskah-naskah ini juga-lah yang diandalkan oleh para penulis Injil untuk
mengisyaratkan kelahiran Isa Almasih yang mereka sebut sebagai "nubuwat Sang
Guru di masa mendatang".
Mengetahui asal kata dari
peristilahan ini barangkali tidak sedemikian sulit, jika kita mengingat bahwa
huruf "ain" dalam bahasa Arab dan pada semua bahasa Semitik akan menjadi "alif"
dalam bahasa-bahasa Eropa di antaranya bahasa Yunani. I<ata `arab - menjadi
"a r b " , 'Umar menjadi Umar, `Isa menjadi Isa. Kalau saja huruf "A" dalam kata
Yunani itu kita ganti dengan "ain", maka akan menjadi `ISAWI, - dan itulah
istilah yang dipergunakan dalam bahasa Arab sampai sekarang, sehingga dengan
demikian nama sekte tersebut adalah 'ISAWIYYUN.
Menurut penjelasan Pliny, dalam
bukunya "Natural History", sesungguhnya kelompok Esenes mendiami wilayah antara
kota Yericho (Ariha) kawasan lembah Jordan di utara dan kota `Ein Juda di tepian
Laut Mati di selatan. Kawasan yang sama di mana terletak wilayah tak berpenghuni
di Qumran. Paska kedatangan orang-orang Yahudi dari Babel, para pendeta Yahudi
berhasil menyeru manusia pada ajaran agama Yahudi yang didirikan berdasarkan
penafsiran mereka yang sangat khusus atas Taurat Musa. Dan berdasarkan retorika
penafsiran itu pula para pendeta
menyusun ulang format kitab suci
Yahudi. Bersamaan dengan dibolehkannya orang-orang Yahudi untuk membangun
kembali rumah suci kaum Yebusi oleh penguasa Parsi, maka dengan demikian, rumah
suci itu menjadi pusat kegiatan peribadatan para pendeta.
Ibadah Yahudi yang dilakukan
oleh kelompok pendeta, terdiri dari ritual-ritual tertentu, yang penting di
antaranya adalah menyembelih hewan kurban yang dilakukan oleh para pendeta di
rumah suci setiap hari, terlebih pada hari Sabat atau hari-hari raya.
Orangorang Yahudi awam, masing-masing diminta untuk mempersembahkan sebagian
hasil usaha mereka untuk rumah suci. Oleh sebab jabatan Kependetaan itu menjadi
status yang sifatnya turun temurun dalam garis keturunan keluarga "para
pendeta", maka secara otomatis, "status kependetaan" itu selanjutnya
membentuk hierarkhi baru dalam masyarakat Yahudi, yang mampu mendatangkan sumber
kekayaan yang cukup melimpah.
Dengan masuknya komunitas
aristokrat dan para pedagang, hierarkhi tersebut selanjutnya menjadi populer
sebagai Sekte Saduki atau Sedukhem. Kelas sosial Yahudi tersebut kemudian
memegang otoritas atas bangsa Yahudi melalui ritus-ritus keagamaan. Tidak ada
doa atau upacara keagamaan lainnya yang berlangsung dalam agama Yahudi yang
dapat dilaksanakan sendiri oleh para pemeluk, baik di rumah atau di tempat
peribadatan lain, melainkan harus datang ke Rumah Suci di Jerusalem dan
mempersembahkan kurban kepada para Pendeta.
Sekte Saduki mempercayai bahwa
arwah akan mengalami kematian bersamaan dengan kematian jasad. Sekte Saduki
menerapkan ajaran Taurat secara sangat tekstual, dan dalam penafsiran teks-teks
Taurat sama sekali terlepas logika akal, seperti halnya analogi. Berdasarkan
konsep teori penafsiran seperti itu, maka sekte Saduki tidak mengimani keabadian
arwah, tidak pula kebangkitan manusia sesudah mati, atau perhitungan amal
perbuatan (hisab). Saduki juga tidak mempercayai adanya wujud malaikat dan jin,
karena dalam pendirian Seduki bahwa ajaran Taurat berdiri di atas prinsip
kemaha-esaan Tuhan. Oleh karena itu tidak ada penyembahan berhala dan berikut
ilah-ilah lain dalam keyakinan Saduki. Sedangkan
kepercayaan pada hari kiamat dan hisab di kehidupan akhirat sesudah mati tidak
disebutkan dalam kitabkitab yang dinisbatkan kepada Musa, akan tetapi tercantum
di dalam kitab Nabi-nabi, seperti halnya Yesaya.
Sementara sekte Seduki
(Kelompok Pendeta) mendasarkan ajaran agama Yahudi
hanya pada lima Kitab Taurat saja, yakni lima kitab pertama pada
Perjanjian Lama, (Kejadian, Eksodus, Orang-orang Levi, Bilangan dan
Ulangan -dan dengan demikian mengesampingkan I<itab Nabi-Nabi- sebaliknya
sekte Esenes menetapkan bahwa kitab Nabi-Nabi itu menjadi bagian yang integral
dari literatur agama. Ketika perbedaan pandangan keagaamaan ini mencapai
puncaknya dan sekte Seduki memerangi mereka, kaum Esenes meninggalkan kota dan
mengasingkan diri diwiiayah terpencil dan melakukan ritus-ritus peribadatan secara
sembunyi-sembunyi, sehingga selamat dari penindasan kelompok pendeta
Seduki.
Berdasarkan pada tulisan-tulisan
Philo Judaeus, filosof Yahudi dari Aleksandria yang hidup pada awal abad Masehi,
dan Josephus, sejarawan yang hidup di Palestina dan penulis sejarah Yahudi untuk
Romawi pada akhir abad pertama Masehi, bahwa kaum Esenes tersebut pernah ada di
Palestina, tepatnya di kawasan terdekat dengan wilayah barat laut pantai Laut
Mati. Dan berdasarkan pada sumber-sumber tulisan kuno, para penganut Sekte
Esenes, meskipun mereka adalah pemeluk Yahudi tetapi mereka mempunyai perbedaan
yang amat menyolok dengan pemeluk Yahudi pada umumnya, oleh sebab kepercayaan
mereka pada keabadian arwah, pada perhitungan di hari akhir, dan mereka tidak
melakukan ritus pengurbanan hewan sembelihan di kuil. Dan jumlah mereka
relatif kecil, tidak lebih dari 4000 orang pada awal abad pertama
Masehi.
Para pengikut sekte Eseness
terbagi menjadi dua kelompok; pertama, hidup seperti layaknya para rahib dan
tidak menikah, sedang kelompok kedua, hidup bersahaja dan menikah. Meskipun di
antara keduanya ada perbedaan, namun semua penganut Esenes mepunyai semangat
menjauhkan diri dari dunia materi dan kesenangan hidup. Tidak ada di antara
mereka kelompok kaya dan kelompok miskin, karena semuanya menjadi satu dalam hak
kepemilikian. Esenes meyakini bahwa wujud materi yakni jasad manusia adalah
wujud temporal yang fana. Sedangkan wujud yang hakiki ada
di alam kehidupan arwah, dan oleh karena itu mereka tidak takut mati.
Orang-orang Esenes ini hidup dalam kelompok-kelompok secara sangat bersahaja,
mengenakan selendang putih ciri khas mereka. Rutinitas keseharian mereka dimulai
dengan bangun pagi untuk melaksanakan shalat fajar kemudian pergi ke
ladang karena sebagian besar mata pencarian mereka adalah bercocok tanam. Mereka
mengerjakan shalat yang kedua saat matahari tenggelam dan sesudah itu
berkumpul bersama anggota keluarga untuk makan malam, yang umumnya terdiri dari
roti dan satu macam jenis sayuran.
Bersuci dengan mempergunakan air
sebelum melakukan shalat, merupakan tradisi ibadah sangat penting dan dipegang
teguh oleh para pengikut sekte Esenes. Bukan hal yang sederhana bagi siapapun
untuk menjadi anggota sekte Esenes, khususnya wanita, karena sekte Esenes tidak
menerima keanggotaan dari kaum hawa. Yang berminat menjadi anggota sekte Esenes
terlebih dahulu harus lolos ujian panjang yang berlangsung selama satu tahun.
Jika yang bersangkutan lulus, ia baru diperbolehkan mengikuti ritual-ritual
khusus selama dua tahun dan baru benar-benar menjadi anggota pada tahun
ketiga.
Orang-orang dari sekte Esenes
mempunyai kebiasaan yang sangat unik, di mana mereka memanfaatkan sebagian besar
waktu malam untuk membaca Taurat juga Kitab
Nabi-Nabi, khususnya I<itab Yesaya. Mereka menafsirkan kitab suci
mereka itu secara metaforis, bukan secara harfiah. Maka dari
itu sangat sulit bagi orang lain untuk memahami makna sesungguhnya dari
pembicaraan mereka (ritual ibadah mereka, pent)
kecuali bagi yang memahami benar rahasia ajaran kaum Esenes. Sekte Esenes
mengharamkan atas para pengikutnya untuk melakukan sumpah kecuali hanya satu
jenis sumpah untuk menjaga kerahasiaan sekte, yang dilakukan pada saat diterima
sebagai anggota kelompok. Kerahasiaan lain yang sangat dijaga oleh kaum Esenes
adalah berkenaan dengan nama-nama malaikat, yang menjadi kewajiban masing-masing
anggota untuk menghafalkannya. Sedangkan penganut Yahudi pada umumnya tidak
mempercayai adanya malaikat.
Perselisihan yang terjadi antara
Esenes dan Seduki menjadi sebab bagi lahirnya sekte baru yang memiliki struktur
kepercayaan moderat, yang dikenal dengan nama Farisi. Tersebarnya filsafat Plato
yang mempercayai adanya alam spiritual metafisis, berakibat pada munculnya
keyakinan akan keabadian arwah sesudah mati. Sekte Farisi percaya pada takdir,
yang substansinya adalah bahwa segala sesuatu yang terjadi sesungguhnya telah
ditentukan sebelumnya dan tidak mungkin untuk dihindari. Akan tetapi mereka juga
meyakini kebebasan manusia untuk berkehendak dan memilih. Mereka mengataan bahwa
Tuhan akan memberi kemudahan bagi mereka yang berbuat kebajikan, sedangkan orang
yang meniti jalan kejahatan, Tuhan akan membiarkan dirinya dengan pilihannya
itu. Bertolak dari keyakinan ini mereka
mengatakan bahwa arwah
orang-orang jahat akan ditempatkan dalam penjara abadi dan mengalami siksaan
sepanjang masa. Adapun arwah orang-orang yang baik dalam pandangan Farisi,
mereka itu akan hidup kembati dalam jasad lain. Dengan ungkapan lain mereka
percaya pada inkarnasi atau kembalinya arwah ke bumi.
Sebagai usaha memberikan
legitimasi atas penafsiran-penafsiran mereka yang sangat bertolak belakang
dengan ajaran para Pendeta, sekte Farisi mendirikan konsep teori baru yang
mengatakan bahwa selain Taurat tertulis, Tuhan juga memberikan kepada Musa
"Hukum Lisan" yang sampai kepada mereka melalui jalam periwayatan yang turun
temurun -dan selanjutnya mereka mengabadikannya dalam Talmud. Di samping itu
mereka juga mempergunakan logika akal dalam menafsirkan teks-teks kitab suci.
Mereka berpendapat bahwa perubahan zaman akan berarti perubahan tuntutan,
sehingga yang penting dalam hal ini adalah penerapan substansi hukum, bukan
formalitas hukum itu. Seperti contoh, dalam menerapkan ayat "mata dibalas dengan
mata", mereka mengatakan bahwa pada masa itu, tidak mesti harus dengan membunuh
pelaku, sebab hal itu dapat saja diganti dengan memberikan ganti rugi kepada
korban.
Tidak diragukan bahwa
orang-orang Farisi-lah yang membangun agama Yahudi Rabinik (Rabbinic Judaism)
setelah berakhirnya masa kependetaan
menyusul hancurnya Rumah Suci
Yerusalem di tangan penguasa Romawi pada tahun 70 S M, dan semua pendeta yang
ada di dalamnya tewas terbunuh. Namun demikian kita melihat adanya kesamaan
pandangan antara sekte Farisi dan Seduki berkenaan dengan jatidiri dan peran
Almasih. Kaum Farisi memerangi pengikut-pengikut Isa As. dan menghalang-halangi
misi kaum Esenes. Orang-orang Yahudi -hingga saat ini- masih menantikan
kedatangan Mesiah yang lain, selain Isa, yang akan menjadi Pemimpin dan Raja
keabadian. Maka berdasarkan keyakinan ini, penulis berpendapat bahwa kelompok
Esenes, meskipun mereka menjadi bagian dari komunitas Yahudi sebelum kehancuran
Beit Suci, namun pada hakikatnya mereka sangat berbeda dengan Yahudi pada
umumnya, berkenaan dengan keimanan pada keabadian arwah dan hari kiamat. Pada
saat kedatangan sang Guru, yang akan memimpin pertempuran "Putera cahaya"
melawan "Putera kegelapan". Mesiah yang mereka nantikan akan menang dan
kejahatan akan sirna sepanjang masa. Oleh sebab itu, kebanyakan para peneliti
condong kepada kesimpulan bahwa orangorang sekte Esenes adalah komunitas
Judeo-Kristen yang akan kita ketahui lebih lanjut tentang
jati diri mereka pada bahasan-bahasan mendatang.
Langganan:
Komentar (Atom)


































.jpg)




